Lampung Business School

Perdana di Lampung, “Lampung Business School” Sukses Digelar

 

Sumber: dokumentasi PT Bangun Lampung Madani

 

Bandar Lampung – Suasana Nuwono Tasya Guest House sedikit berbeda pada Jum’at, (16/2/2018), selepas sholat jum’at. Terlihat beberapa orang berlalu lalang untuk mempersiapkan ruangan yang akan dipakai untuk acara siang itu.

Lokasi tersebut rupanya memang sudah dipesan sejak satu hari sebelumnya untuk digunakan oleh PT Bangun Lampung Madani yang mengadakan seminar dan workshop “Lampung Business School”.

Samsuri, selaku Direktur Utama PT Bangun Lampung Madani menjelaskan, “Lampung Business School adalah sebuah event yang diperuntukkan bagi para business owner. Selama 108 jam pembelajaran, para business owner, para pengusaha start up, UMKM, mereka akan dibekali dengan materi-materi kunci (dasar) yang sangat dibutuhkan untuk membangun perusahaan menjadi binsnis auto pilot.”

Event “Lampung Business School” ini rencananya akan diadakan selama 6 sesi dimana setiap sesi diadakan selama 2 hari. Agenda perdana telah sukses diadakan pada hari Jum’at dan Sabtu (16/2/2018 dan 17/2/2018) lalu di Nuwono Tasya Guest House dan Kampoeng Bamboe Restaurant and Homestay dengan diikuti oleh 15 orang peserta.

 

Hari pertama peserta dibekali oleh materi tentang Legal Business yang mengupas secara tuntas tentang bagaimana mengurus izin usaha dan memilih jenis pendirian usaha yang sesuai dengan kapasitas usaha yang kita miliki. Materi ini disampaikan oleh Fahmi Sasmita, Notaris yang telah berpengalaman dibidang perizinan usaha.

Hari kedua, dilanjutkan dengan materi Business Mindset yang disampaikan oleh pemateri utama, Agoeng Hardianto Wibowo, Executive Business Coach yang sudah tersertifikasi sebagai professional coach dan memiliki segudang pengalaman dalam dunia usaha. Peserta diajak untuk mengembangkan business mindset mereka dalam membangun sebuah bisnis. “Menjadi entrepreneurs yang hebat itu tidak cukup hanya dengan mempraktekan. Kita perlu melepas boundaries (pembatas) yang ada di diri kita. Take over kehidupan kita dengan entrepreneurship. Untuk itu ‘Lampung Business School’ hadir. Memberikan kepada Anda kesempatan untuk memahami bagaimana memiliki business mindset dan juga keterampilan untuk mengelola potensi yang ada dan mengelola organisasinya untuk kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Bapak Agoeng H. Wibowo sedang menyampaikan materi Business Mindset.(17/2/2018) – Sumber: dokumentasi PT Bangun Lampung Madani.

 

Executive Business Coach tersebut juga menambahkan, “Menghadirkan entrepreneurship artinya menghadirkan problem solver untuk setiap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Menjadikannya hits yang bisa diisi dengan solusi-solusi yang akan meningkatkan martabat kehidupan masyarakat. Entrepreneurship bukan sekedar memperbanyak kekayaan, entrepreneurship adalah sebuah upaya untuk memberdayakannya.”

Heriyanto, pengusaha properti asal Kota Metro mengatakan, “Saya menganggap pembekalan materi-materi yang saya terima ini penting, terutama bagi siapapun yang ingin memulai dan membesarkan bisnis. Dari sini kita bisa memahami bahwa bisnis ini bukan sekedar bagaimana ia bisa berjalan mengikuti arus. Agenda menjadi syarat agar bisnis anda bisa semakin sukses.”

Helma Juwita, pengusaha oleh-oleh khas Lampung menambahkan, “Dengan adanya acara ini, Saya menjadi bertambah pengetahuan karena diisi oleh pemateri yang sudah berpengalaman. Sehingga kita yang awalnya ilmunya masih sedikit, jadi bertambah karena dapat ilmu-ilmu dari pengalaman orang-orang yang sudah lebih dahulu menjalani. Maka dari itu, yang tadinya nggak punya keberanian untuk memulai usaha, ketika selesai acara ini, keberanian itu muncul untuk kita action sehingga usaha kita Insya Allah lebih maju.”

Novitana, pengusaha kerajinan khas Lampung juga mengungkapkan kesan dan pesannya selama mengikuti Lampung Business School, “Kesan-kesan saya tentang acara ini, yang pasti acaranya keren banget, bisa menambah wawasan tentang bisnis. Ada banyak ide-ide baru yang saya dapatkan untuk mengembangkan bisnis saya. Pesan-pesan saya untuk teman-teman yang belum mengikuti, ayo ikut! rugi kalau nggak ikut.”

Di akhir acara, panitia mengumumkan 2 orang peserta yang beruntung mendapatkan free coaching business (bonus sesi coaching). Nantinya 2 orang peserta yang beruntung ini akan dibekali dan dikembangkan skill dalam berbisnisnya oleh business coach yang telah tersertifikasi.

Laporan Team Project LBS – Ayu Wulandari.

Tinggalkan Balasan