Catatan Genpro roadshow sumatra

*Kisah Di Balik Roadshow Sumatera,  Bandar Lampung 19 feb 2018*

Roadshow hari pertama, kami mendatangi propinsi Lampung.

Kami merasakan sambutan panitia dan Team AVP Lampung, @Kang Sam luar biasa. Team DPP istirahat di Masjid Ad Dua Way Halim dan pagi-pagi sudah di siapkan sarapan Sego Tiwul yang enak banget. Jazakallah Kang Sam.

Seharian ini banyak sekali hal-hal yang menarik, tapi saya ingin menulis satu saja.

Adalah seorang Al Akh, sebut saja namanya Ahmad. Beliau salah satu dari peserta Roadshow ini. Beliau cerita, “Saat bergabung di Genpro, di akhir tahun 2015 benar-benar dalam kondisi yang sangat minim. Saya hanya punya uang 12.000 saat itu. Padahal baru tanggal 15, belum tanggal satu, artinya nunggu gajian

masih lama. Lalu tiba2 muncul dibenak saya, Kenapa punya pikiran seperti ini? Baru dapet rejeki saat gajian. Kalau seperti ini rusak aqidah saya. Bukankah Allah SWT setiap saat menebarkan rejeki buat hambanya? Saat itu saya berdoa, Ingin punya usaha, ingin punya bisnis, agar tidak menunggu-nunggu tanggal 1. Saya bergabung di group telegram Genpro Nasional. Disitu saya berkenalan dengan banyak teman2 yang sudah punya usaha. Karena saya dari Medan, dekat dengan Brastagi saya diminta untuk memasok sayur2an dari Brastagi ke Bandung. Saya langsung menghubungi teman di Brastagi dan berhasil mengirim sayuran Brokoli dll ke Bandung. Hari itu dapat “Untung” 500 rb. Allahu Akbar. dari 12 ribu menjadi 500 rb hanya dalam bilangan hari. Berikutnya, ada permintaan untuk kol merah 1 ton. Alhamdulillah kami bisa memenuhi permintaan tsb. Dari sini dapet keuntunganbersih 5 juta. setalah dibagi2 dengan para pihak. Wow..dalam seminggu saya dapet 5 juta. Ini semakin menguatkan keyakinan saya untuk terus berusaha. Singkat cerita, saya ketemu buyer dari Hongkong dan sekarang ini rutin mengirim kol ke Hongkong. Lalu saya ikut acara bisnis Matching dan Expo di Hongkong. Disana ketemu dengan sesama peserta EXPO dari Malaysia yang akhirnya menjadi mitra saya ini. Saya rutin mengirim durian beku ke Malaysia. Setiap kali pengiriman 10 ton. Alhamdulillah kalau di hitung-hitung total sampai saat ini sdh mengirim 160 ton durian ke Malaysia, yang dari Malaysia di ekspor lagi oleh mitra saya ini ke China. Kehidupan saya mulai membaik, Sekali lagi, Alhamdulillah dalam rangka tahadduts bin Ni’mah saya bisa beli rumah dan mobil. Oleh karena itu, Kalau di ajak sama Genpro, saya ikut aja, di suruh apa aja, saya mau. Termasuk ikut Roadshow Sumatera 2018 ini. Ini kisahku, mana kisahmu?

Demikian beliau mengakhiri sambutannya.

Diceritakan oleh bu eliyati bahri

 

Lampung Business School

Perdana di Lampung, “Lampung Business School” Sukses Digelar

 

Sumber: dokumentasi PT Bangun Lampung Madani

 

Bandar Lampung – Suasana Nuwono Tasya Guest House sedikit berbeda pada Jum’at, (16/2/2018), selepas sholat jum’at. Terlihat beberapa orang berlalu lalang untuk mempersiapkan ruangan yang akan dipakai untuk acara siang itu.

Lokasi tersebut rupanya memang sudah dipesan sejak satu hari sebelumnya untuk digunakan oleh PT Bangun Lampung Madani yang mengadakan seminar dan workshop “Lampung Business School”.

Samsuri, selaku Direktur Utama PT Bangun Lampung Madani menjelaskan, “Lampung Business School adalah sebuah event yang diperuntukkan bagi para business owner. Selama 108 jam pembelajaran, para business owner, para pengusaha start up, UMKM, mereka akan dibekali dengan materi-materi kunci (dasar) yang sangat dibutuhkan untuk membangun perusahaan menjadi binsnis auto pilot.”

Event “Lampung Business School” ini rencananya akan diadakan selama 6 sesi dimana setiap sesi diadakan selama 2 hari. Agenda perdana telah sukses diadakan pada hari Jum’at dan Sabtu (16/2/2018 dan 17/2/2018) lalu di Nuwono Tasya Guest House dan Kampoeng Bamboe Restaurant and Homestay dengan diikuti oleh 15 orang peserta.

 

Hari pertama peserta dibekali oleh materi tentang Legal Business yang mengupas secara tuntas tentang bagaimana mengurus izin usaha dan memilih jenis pendirian usaha yang sesuai dengan kapasitas usaha yang kita miliki. Materi ini disampaikan oleh Fahmi Sasmita, Notaris yang telah berpengalaman dibidang perizinan usaha.

Hari kedua, dilanjutkan dengan materi Business Mindset yang disampaikan oleh pemateri utama, Agoeng Hardianto Wibowo, Executive Business Coach yang sudah tersertifikasi sebagai professional coach dan memiliki segudang pengalaman dalam dunia usaha. Peserta diajak untuk mengembangkan business mindset mereka dalam membangun sebuah bisnis. “Menjadi entrepreneurs yang hebat itu tidak cukup hanya dengan mempraktekan. Kita perlu melepas boundaries (pembatas) yang ada di diri kita. Take over kehidupan kita dengan entrepreneurship. Untuk itu ‘Lampung Business School’ hadir. Memberikan kepada Anda kesempatan untuk memahami bagaimana memiliki business mindset dan juga keterampilan untuk mengelola potensi yang ada dan mengelola organisasinya untuk kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Bapak Agoeng H. Wibowo sedang menyampaikan materi Business Mindset.(17/2/2018) – Sumber: dokumentasi PT Bangun Lampung Madani.

 

Executive Business Coach tersebut juga menambahkan, “Menghadirkan entrepreneurship artinya menghadirkan problem solver untuk setiap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Menjadikannya hits yang bisa diisi dengan solusi-solusi yang akan meningkatkan martabat kehidupan masyarakat. Entrepreneurship bukan sekedar memperbanyak kekayaan, entrepreneurship adalah sebuah upaya untuk memberdayakannya.”

Heriyanto, pengusaha properti asal Kota Metro mengatakan, “Saya menganggap pembekalan materi-materi yang saya terima ini penting, terutama bagi siapapun yang ingin memulai dan membesarkan bisnis. Dari sini kita bisa memahami bahwa bisnis ini bukan sekedar bagaimana ia bisa berjalan mengikuti arus. Agenda menjadi syarat agar bisnis anda bisa semakin sukses.”

Helma Juwita, pengusaha oleh-oleh khas Lampung menambahkan, “Dengan adanya acara ini, Saya menjadi bertambah pengetahuan karena diisi oleh pemateri yang sudah berpengalaman. Sehingga kita yang awalnya ilmunya masih sedikit, jadi bertambah karena dapat ilmu-ilmu dari pengalaman orang-orang yang sudah lebih dahulu menjalani. Maka dari itu, yang tadinya nggak punya keberanian untuk memulai usaha, ketika selesai acara ini, keberanian itu muncul untuk kita action sehingga usaha kita Insya Allah lebih maju.”

Novitana, pengusaha kerajinan khas Lampung juga mengungkapkan kesan dan pesannya selama mengikuti Lampung Business School, “Kesan-kesan saya tentang acara ini, yang pasti acaranya keren banget, bisa menambah wawasan tentang bisnis. Ada banyak ide-ide baru yang saya dapatkan untuk mengembangkan bisnis saya. Pesan-pesan saya untuk teman-teman yang belum mengikuti, ayo ikut! rugi kalau nggak ikut.”

Di akhir acara, panitia mengumumkan 2 orang peserta yang beruntung mendapatkan free coaching business (bonus sesi coaching). Nantinya 2 orang peserta yang beruntung ini akan dibekali dan dikembangkan skill dalam berbisnisnya oleh business coach yang telah tersertifikasi.

Laporan Team Project LBS – Ayu Wulandari.

PT. Bangun Lampung Madani

Alhamdulillah perjalanan kita menyatukan visi & misi dalam membangun peradaban perekonomian di lampung sudah melalui tahapan demi tahapan yang menggembirakan. Saat ini izin PT. Bangun Lampung Madani telah disetujui oleh kementerian Hukum & HAM.

PT. BANGUN LAMPUNG MADANI
Pemberdayaan Sumberdaya Manusia & Pengembangan Kawasan Terpadu
VISI :
Menjadi perusahaan pengembangan sumberdaya manusia, institusi dan kawasan yang kontributif bagi peningkatan kualitas kehidupan dan peradaban
MISI :
Mengembangkan sumberdaya manusia (Peningkatan HDI)
Memperkuat efektivitas dan efisiensi institusi, organisasi/perusahaan (menguatnya GDP per kapita)
Membangun kawasan dengan memperhatikan kelayakan kehidupan mapan (Gini Ratio)